Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga, Yen Masih Menanti Katalis Penguatan 🇯🇵

avatar
· Views 532


Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga, Yen Masih Menanti Katalis Penguatan 🇯🇵


Sesuai dengan perkiraan awal, Bank of Japan tetap mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 0.75%, sembari merevisi perkiraan inflasi Jepang menjadi 2.8% dari 1.9% seiring perang di Timur Tengah yang meningkatkan risiko dari sisi penawaran. Bank of Japan juga memangkas perkiraan pertumbuhan di tahun fiscal 2026 menjadi 0.5% dari sebelumnya di 1%.


Dalam pemungutan suara untuk menentukan kebijakan suku bunganya, para anggota dewan kebijakan BoJ terpecah menjadi 6-3 untuk tetap mempertahankan suku bunga, yang mana anggota yang berbeda pendapat mengusulkan untuk tetap berpegang pada agenda kenaikan suku bunga menjadi 1%, dengan alasan bahwa ketegangan yang terjadi akibat konflik Timur Tengah telah menggeser risiko harga menjadi lebih tinggi.


Selain itu bank sentral Jepang tersebut juga mengeluarkan peringatan bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang kemungkinan akan mengalami perlambatan yang dikarenakan kenaikan harga minyak mentah akibat penutupan Selat Hormuz, yang dinilai akan menekan keuntungan perusahaan serta pendapatan riil dari sektor rumah tangga melalui sejumlah faktor seperti neraca perdagangan yang buruk.


Pada kuartal terakhir di tahun 2025 lalu, Jepang nyaris menghindari resesi teknis, dengan mencatat laju pertumbuhan ekonomi yang direvisi menjadi 0.3% di tingkat kuartalan dan 1.3% di tingkat tahunan. Sementara itu inflasi di Jepang juga mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir menjadi 1.8% di bulan Maret, yang sebagian besar dipicu oleh perang Iran yang menimbulkan kekhawatiran seputar harga energi.


Inflasi Utama Jepang Masih Di Bawah Target BoJ


Pencapaian inflasi inti, yang tidak mencakup harga makanan segar dan energi, dilaporkan turun menjadi 2.4% dari 2.5% di bulan Februari, yang menjadi level terendahnya sejak Oktober 2024 lalu. Untuk inflasi Utama tercatat sebesar 1.5%, dari sebelumnya di 1.3% di bulan Februari, namun angka ini masih berada di bawah target bank sentral di 2% dalam dua bulan beruntun.


Bank of Japan juga menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan memberikan dorongan bagi kenaikan harga, terutama harga energi dan barang, di tengah upaya untuk melanjutkan kenaikan upah yang masih berlanjut. Keputusan ini muncul di tengah kenaikan imbal hasil dari Obligasi Pemerintah Jepang tenor 10 tahun yang mencapai 2.49% pada 13 April lalu, yang mencatat angka tertingginya sejak 1997 silam.


Sebelumnya hasil survey yang dilakukan oleh Bank of Japan pada pekan lalu, menunjukkan bahwa lebih dari 83% responden memperkirakan harga akan lebih tinggi dalam jangka waktu satu tahun kedepannya, dimana pemerintah Jepang telah menghapus pajak bensin serta memperkenalkan subsidi untuk mencoba mengurangi dampak dari kenaikan harga minyak saat ini.


#BankofJapan# #USD/JPY# #FX#

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest