Harga minyak dunia kembali naik di atas $85/barrel, dan ini bisa jadi titik balik buat sektor energi. Tapi yang lebih menarik perhatian gue sekarang justru bukan saham migas, melainkan saham-saham energi terbarukan (EBT) yang sempat tenggelam.
Di Indonesia, kita udah lihat gimana sentimen pemerintah terhadap transisi energi mulai serius. Beberapa emiten kayak AMMN, MBMA, atau BREN sempat terbang tinggi awal tahun karena narasi green energy. Tapi sejak April-Mei, harganya ambles karena euforia hilang dan realisasi proyek belum jelas.
Nah, dengan harga minyak naik lagi, tekanan terhadap penggunaan fosil juga ikut naik. Di saat bersamaan, investor mungkin akan balik cari opsi jangka panjang yang lebih sustain, dan di sinilah EBT bisa kembali dilirik. Tapi tentu nggak semua saham EBT layak beli, ya. Cek fundamental dan proyek riilnya.
Gue pribadi mulai masuk cicil di emiten yang punya rencana ekspansi energi hijau yang konkret dan bukan cuma jualan narasi. Momentum bisa berubah cepat, jadi penting juga pantau berita dan sentimen global. Jangan telat nangkep gelombang kedua ini.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.