Risalah The Fed Masih Hawkish, Nasib Rupiah Gimana?

avatar
· Views 642
Risalah The Fed Masih Hawkish, Nasib Rupiah Gimana?
Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (USD). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah terpantau menguat tapi masih ada potensi bergerak volatil karena risalah the Fed masih hawkish.

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,15% di angka Rp16.365/US$ pada kemarin, Rabu (3/7/2024). Nilai tukar rupiah masih akan dipengaruhi oleh keyakinan investor mengenai kebijakan suku bunga The Fed. Para pelaku pasar hingga saat ini menilai suku bunga The Fed akan dipangkas dua kali hingga akhir tahun ini.

Menurut data perangkat Fedwatch, pemangkasan pertama terjadi pada pertemuan September sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% - 5,25%. Peluangnya sebesar 59,9%. Kemudian pada pertemuan Desember akan terjadi pemangkasan suku bunga sekali lagi sebesar 25 basis poin ke 4,75% - 5,00%.

Terbaru, rilis risalah The Fed atau FOMC Minutes pertemuan 11-12 Juni. Pejabat Federal Reserve pada pertemuan terakhir mereka mengakui perekonomian AS tampaknya melambat dan "tekanan harga berkurang," namun tetap menyarankan pendekatan wait and see sebelum melakukan penurunan suku bunga.

Namun jika narasi seputar inflasi menunjukkan keyakinan bahwa inflasi sedang menuju ke arah penurunan, para pengambil kebijakan bank sentral AS belum siap untuk membuka kemungkinan penurunan suku bunga.

Para pejabat "tidak memperkirakan bahwa akan tepat untuk menurunkan suku bunga sampai informasi tambahan muncul untuk memberi keyakinan lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju" target 2%, kata risalah tersebut.

Para pengambil kebijakan masih menilai bahwa angka tersebut "meningkat" dan hanya menunjukkan perbaikan "sederhana" sejak pertemuan terakhir mereka, sebuah fakta yang membenarkan kelanjutan kebijakan moneter ketat meskipun perekonomian tampak melambat dan tekanan harga berkurang , menurut risalah tersebut.

"Sebagian besar peserta menilai bahwa pertumbuhan aktivitas ekonomi tampaknya melambat secara bertahap, dan sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka memandang kebijakan saat ini bersifat membatasi," dan oleh karena itu kemungkinan akan semakin mengekang perekonomian dan inflasi, menurut risalah tersebut.

Namun dalam pemungutan suara untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tetap stabil pada kisaran 5,25%-5,50% seperti yang telah terjadi selama satu tahun, "para peserta mencatat bahwa kemajuan dalam mengurangi inflasi tahun ini lebih lambat dibandingkan perkiraan mereka pada bulan Desember lalu," demikian isi risalah tersebut. , dengan "beberapa peserta" menekankan perlunya kesabaran sebelum menurunkan suku bunga, dan "beberapa" menyebutkan kemungkinan perlunya menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi kembali meningkat

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, pergerakan rupiah kini terkonsolidasi, paling dekat rupiah bisa masih potensi melanjutkan pelemahan ke Rp16.420/US$, ini didapatkan dari high candle intraday 27 Juni 2024.

Sementara untuk support atau potensi penguatan terdekat bisa menguji ke Rp 16.360/US$ yang bertepatan dengan MA200nya.

Risalah The Fed Masih Hawkish, Nasib Rupiah Gimana?Foto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS



Dicetak ulang dari cnbcindonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest