
Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh potensi penurunan permintaan minyak oleh India seiring dengan menyusutnya diskon minyak Rusia dan rilisnya data ekonomi bernada negatif dari China yang menekan permintaan minyak.
Permintaan minyak Rusia oleh India berpotensi menurun pasca diskon minyak Rusia dilaporkan telah menyusut menjadi $4 per barel dari sebelumnya $25-30 per barel, ujar sumber yang mengetahui masalah tersebut. India saat ini mengimpor hampir 40% dari total impor minyak mentahnya dari Rusia, dan biasanya perusahaan kilang India membeli minyak Rusia berdasarkan pengiriman, di mana penjual mengatur pengiriman dan asuransi, untuk menghindari pelanggaran sanksi dari AS dan UE. Aspek ini menjadi lebih penting setelah G7 menetapkan batas harga $60 untuk ekspor energi Rusia melalui laut, membuat pengiriman atau asuransi — 60% dikendalikan oleh entitas Eropa — sulit diperoleh untuk minyak yang dijual melewati batas atas. Dengan tren penurunan harga yang terjadi belakangan ini, maka akan membuat pembeli khususnya dari India dapat segera kehilangan diskon jika harga minyak turun lebih jauh dan mempersempit kesenjangan dengan batas harga G7.
Sentimen negatif lainnya datang dari data ekonomi terbaru yang dirilis oleh China yang menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) turun pada laju tercepat dalam lebih dari tujuh setengah tahun pada bulan Juni. Selain itu, Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) tidak berubah dari tahun ke tahun, dibandingkan dengan kenaikan 0.2% yang terlihat di bulan Mei, sekaligus merupakan laju paling lambat sejak Februari 2021. Data negatif ekonomi China tersebut memicu kekhawatiran akan momentum pemulihan ekonomi negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, minyak mentah Arab Saudi yang ada di fasilitas penyimpanan terapung di pelabuhan Ain Sukhna di Laut Merah Mesir, dilaporkan berada pada level 10.5 juta barel pada 7 Juli atau turun hampir setengahnya dari pertengahan Juni, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan analisis minyak Vortexa. Jumlah minyak Saudi di Ain Sukhna pada 14 Juni tercatat berada di level 19.5 juta barel, tambah Vortexa.
Kekhawatiran akan keamanan di jalur pengiriman via Teluk Oman turut mendukung pergerakan harga minyak pasca aksi penyitaan terbaru yang dilakukan oleh Iran pada pekan lalu terhadap tanker Richmond Voyager yang dikelola oleh Chevron. Otoritas pelayaran utama termasuk Kepulauan Marshall dan Yunani telah memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir tentang ancaman terhadap pengiriman komersial melalui Teluk termasuk Selat Hormuz.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.
Dicetak ulang dari ICDX, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.