
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Menurut data yang dirilis perusahaan Blockchain asal Amerika TripleA, jumlah investor kripto yang ada di pasar global melonjak tajam mendekati 420 Juta orang di sepanjang tahun 2023.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 4,2 persen bila dibandingkan dengan total investor di tahun sebelumnya. Dimana saat itu tingkat kepemilikan aset kripto global hanya ada 320 juta pengguna.
Peningkatan ini terjadi sejalan dengan adanya lonjakan kapasitas Bitcoin yang belakangan telah meningkat lebih dari 173.000 persen, terhitung sejak tahun 2015 sampai tahun 2023.
Dalam laporannya, perusahaan TripleA menjelaskan peningkatan ini terjadi setelah kepercayaan investor pada perdagangan aset digital memulih pasca sejumlah perbankan besar di AS mengalami kebangkrutan akibat krisis likuiditas.
Munculnya tekanan ini yang membuat investor mulai beralih ke aset kripto ketimbang berinvestasi ke bentuk aset dolar, terlebih selama beberapa pekan terakhir posisi US dolar di pasar internasional mulai kehilangan panggung.
Lantaran sejumlah negara telah mempertimbangkan alternatif pengganti US dolar. Seperti baru-baru ini, aliansi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) kembali membicarakan pembuatan mata uang baru yang akan digunakan pada perdagangan internasional, menggantikan dominasi US Dollar.
Imbas dari ditinggalkannya US dolar, kini perdagangan kripto mulai mengalami lonjakan hingga sejumlah aset digital termasuk Bitcoin ini dinobatkan sebagai aset dengan kinerja terbaik di kuartal pertama 2023.
Negara dengan Proyeksi Investor Kripto Terbanyak
Kendati sejumlah negara kini telah memberlakukan pengetatan kepada pelaku industri kripto, namun hal tersebut tak membuat dominasi investor kripto menyusut.
India misalnya, negara Bollywood ini diketahui memiliki komunitas kripto terbanyak di dunia mengalahkan dominasi kripto Amerika. Dengan total lebih dari 156 juta investor.
Survei tersebut memperkirakan bahwa lebih dari 11 persen populasi India akan terjun ke sektor kripto pada akhir tahun 2023.
Diperingkat selanjutnya ada China dengan 58 juta investor. Meski negara tirai bambu ini belum melonggarkan aturan soal kripto, namun negara ini sudah mulai menyambut baik aturan penerimaan kripto. Alasan tersebut yang membuat jumlah investor kripto di China dapat meningkat.
Kemudian Amerika Serikat dengan jumlah 45 juta investor, disusul Vietnam dengan 20 juta investor, dan Pakistan memiliki 15 juta investor.
Jumlah tersebut diperkirakan dapat meningkat seiring dengan meningkatnya popularitas kripto dan aset digital di pasar global.
Dicetak ulang dari Tribun, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.