
BANGKA, KOMPAS.com - Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta memprediksi harga komoditas timah murni batangan akan semakin membaik seiring menggeliatnya permintaan di pasar global.
Mengawali pekan ini harga timah batangan mencapai 25.475 dollar AS per metrik ton dengan permintaan utama masih didominasi China, Singapura dan Jepang.
Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, harga timah batangan cenderung memerlihatkan tren peningkatan karena negara-negara yang mulai membuka industrinya setelah masa pandemi.
Selain itu, dalam waktu bersamaan terjadi kekurangan pasokan karena berbagai kendala di tingkat penambang dan smelter.
"Target transaksi kita tidak muluk-muluk karena beberapa Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) smelter yang masih berproses. Kita tidak pesimis, tapi tetap optimis bisa mencapai 30.000 sampai 40.000 ton hingga akhir tahun," kata Paulus seusai berbuka puasa bersama di rumah tahfiz Khoiru Ummah, Pangkalpinang, Selasa (11/4/2023).
Paulus mengungkapkan, hingga pertengahan April 2023 transaksi timah batangan sudah mencapai 9.000 ton. Namun realisasi sampai akhir tahun diperkirakan tidak setinggi tahun sebelumnya yang mencapai 50.000 ton.
"Secara global perang Rusia-Ukraina tidak terlalu berpengaruh. Kita tetap lihat peluang positifnya, karena negara-negara di luar itu yang industrinya menggunakan timah," ujar Paulus.
Sebagai bursa komoditi ekspor, JFX kata Paulus telah memiliki 31 trader atau peserta. Jumlah itu diperkirakan bisa terus bertambah hingga 40 peserta dengan berbagai komoditas unggulan.
"Tentu saja dengan harga yang terus naik di pasaran, komoditas terus muncul, khususnya timah batangan asli Bangka Belitung," harap Paulus.
Dicetak ulang dari Kompas, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.