ICDX: Pekan Ini, Harga CPO Berpotensi Tren Bullish

avatar
· Views 74

ICDX: Pekan Ini, Harga CPO Berpotensi Tren Bullish

JAKARTA, investor.id - Research & Development ICDX Girta Yoga memprediksi, harga CPO pekan ini berpotensi bergerak pada tren bullish. Untuk sentimen utama yang mempengaruhi adalah bulan puasa di negara produsen utama yakni Indonesia dan Malaysia.

 

“Sementara itu, indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia, perubahan situasi di Indonesia terutama terkait kebijakan ekspor CPO, perkembangan situasi di negara importir utama seperti India, Tiongkok dan Eropa, serta situasi di pasar minyak nabati,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

 

Yoga memprediksi harga CPO pekan ini diperkirakan akan bergerak pada level resistance berada di kisaran harga 3.700-3.800 Ringgit Malaysia per ton. Apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.400-3.300 Ringgit Malaysia per ton.

 

Untuk harga minyak kedelai pekan ini, lanjut dia, berpotensi bergerak pada tren bullish. Untuk indikator yang dipantau antara lain data produksi kedelai Argentina, data produksi kedelai Brasil, situasi cuaca akibat el Nino, dan situasi di pasar CPO. Untuk level resistance berada di kisaran harga US$ 56,50 - 57,50 per pounds, dan apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga US$ 53,50 - 52,50 per pounds.

 

Namun, Yoga menilai lonjakan permintaan dari negara importir belum terlalu signifikan, hal ini dikarenakan penurunan pasokan CPO diimbangi dengan adanya peralihan permintaan ke minyak nabati yang harganya kembali stabil setelah dilanjutkannya kesepakatan ekspor via Laut Hitam serta berlangsungnya musim panen di negara produsen utama Brasil.

 

Hal ini ditambah lagi minyak nabati memasuki musim panen di negara produsen utama seperti Brasil, sehingga dari sisi pasokan masih cukup berlimpah, dan juga berlanjutnya kesepakatan ekspor via Laut Hitam selama 60 hari juga turut meredakan kekhawatiran pengiriman minyak nabati dari wilayah konflik Ukraina ke pasar global. “Selain itu, krisis perbankan yang melanda AS dan Eropa beberapa waktu lalu turut memberikan tekanan dari sisi permintaan,” tambahnya.

 

Menurut Yoga, kinerja harga CPO selama kuartal I ini jika dilihat dari harga CPO di awal tahun yang berada di atas level 4.000 Ringgit Malaysia per ton, maka kinerja CPO selama kuartal I melemah sebesar kurang lebih 18% (harga saat ini di kisaran 3.500 Ringgit Malaysia per ton.

 

Untuk kinerja pada kuartal II nanti berpotensi membaik, Yoga menambahkan, didukung oleh sentimen dari melonjaknya permintaan sebagai efek dari berlangsunya bulan puasa dan hari raya lebaran, serta ditambah dengan rencana pemerintah Indonesia untuk membentuk Bursa CPO.

 

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis mingguan periode 17-24 Maret 2023, harga CPO mengalami penurunan hingga 11%. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman April 2023 amblas 320 Ringgit Malaysia (8,53%) menjadi 3.751 Ringgit Malaysia per ton.

 

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO untuk Mei 2023 anjlok 380 Ringgit Malaysia (10,54%) menjadi 3.607 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Juni 2023 terkoreksi 408 Ringgit Malaysia (11,62%) menjadi 3.512 Ringgit Malaysia per ton. Pada Juli 2023 jatuh 397 Ringgit Malaysia (11,43%) menjadi 3.474 per ton.

 

Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman Agustus 2023 turun 376 Ringgit Malaysia (10,88%) menjadi 3.457 Ringgit Malaysia per ton. Serta, September 2023 merosot 354 Ringgit Malaysia (10,26%) menjadi 3.450 Ringgit Malaysia per ton.  

Dicetak ulang dari Investor, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest