Bappebti Siapkan Aturan Izin Ekspor CPO Melalui Bursa Berjangka

avatar
· Views 67

Bappebti Siapkan Aturan Izin Ekspor CPO Melalui Bursa Berjangka

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko, mengatakan pihaknya tengah mengatur kebijakan ekspor Crude Palm Oil (CPO) melalui bursa berjangka.

 

“Kira-kira nanti kebijakannya adalah setiap penerbitan izin ekspor CPO dan turunannya harus dipastikan bahwa CPO yaitu diperoleh dari bursa berjangka. Jadi yang akan masuk ke bursa adalah CPO-nya,” jelas Didid diskusi publik Majalah Sawit Indonesia, Kamis (3/3).

 

Ada beberapa pertimbangan dalam pembuatan kebijakan ini. Pertama, melihat bagaimana dampaknya pada kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan pemilik Hak Ekspor (HE), lalu jenis-jenis CPO apa saja yang wajib diekspor melalui bursa berjangka,.

 

“Kemudian, kita akan bicara tentang bagaimana mekanisme bursa untuk memfasilitasi perdagangan atau mengalihkan hak ekspor ini bagi yang tidak memiliki hak ekspor,” ujar Didid.

 

Pertimbangan terakhir dalam kebijakan ini adalah penentuan jumlah CPO yang dapat diekspor keluar negeri, sehingga Didid menilai dibutuhkan neraca komoditas khusus CPO.

 

Kepala Bappebti itu menjelaskan sejumlah manfaat dari kebijakan ini, antara lain transparansi tata kelola CPO, karena nantinya semua transaksi akan tercatat pada bursa. Kemudian kebijakan yang diambil pemerintah dapat lebih mudah dan lebih jelas karena data bursa yang informatif dan detail.

 

"Kemudian karena ini jelas maka unsur-unsur penerimaan negara juga akan lebih jelas dan transparan. Kemudian terkait penelusuran harga sampai dengan TBS (Tandan Buah Segar) nanti akan jadi lebih mudah lagi," kata Didid.

 

Didid menyoroti tahun lalu banyak pengusaha yang melaksanakan banyak ekspor CPO, namun tidak mempertimbangkan kewajiban kebutuhan domestik. Ia berharap kejadian ini tidak terulang pada tahun ini.

 

"Kita sudah ada kebijakan DMO, apakah DMO ini akan diteruskan atau kebijakan yang sekarang ini sudah bisa meminimalisir kebutuhan kebijakan atau seperti apa ini masih terus kami kaji," kata Didid.

 

Namun, Didid belum bisa memastikan kapan kebijakan diberlakukan, lantaran pihaknya terus berdiskusi dengan berbagai pihak agar kebijakan tepat sasaran.

 

"Mungkin belum ideal tetapi kira-kira yang paling tepat saat ini. Ke depan akan kita perbaiki. Karena kita juga perlu melihat dari sisi insentif pelaku usahanya, baik dari pajaknya, biayanya, transaksinya," ucapnya.

 

Dicetak ulang dari Kumparan Bisnis, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 1

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest