Tingkatkan Inklusi Keuangan, CEO Indodax Dukung Bank Indonesia Terbitkan Rupiah Digital

avatar
· Views 68

Tingkatkan Inklusi Keuangan, CEO Indodax Dukung Bank Indonesia Terbitkan Rupiah Digital

Bank Indonesia (BI) menerbitkan White Paper mengenai pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) pada 30 November 2022 lalu.

 

White paper tersebut merupakan Proyek Garuda berupa desain level atas Rupiah Digital.

 

Lantas apakah Rupiah Digital ini sama dengan Kripto?

CEO PT Indodax Oscar Darmawan menjelaskan Rupiah Digital merupakan alternatif pembayaran yang sah dan akan beriringan dengan uang kertas, perbedaannya dengan uang kertas dari sisi formatnya. Akan tetapi, dari sisi nominal, bentuk, gambar dan ornamen sama dengan uang kertas dan logam.

 

“Rupiah digital dienkripsi dan dicatat dalam khazanah Rupiah Digital memanfaatkan blockchain atau Distributed Ledger Technology (DLT),” ujar Oscar dalam akun resmi Instagramnya.

 

Menurutnya antara Rupiah Digital dengan Kripto memiliki perbedaan yang signifikan. Saat ini Kripto sebagai aset, sedangkan Rupiah Digital nantinya digunakan sebagai alat pembayaran. Kemudian, Rupiah Digital menggunakan private blockchain dimana nantinya diatur oleh pemerintah. Sedangkan, Kripto umumnya menggunakan public blockchain, dimana pengambilan keputusan berdasarkan konsensus bersama.

 

Oscar menuturkan untuk pendistribusian Rupiah Digital sendiri nantinya akan melalui whole saler seperti perbankan atau non perbankan, retailer atau pengecer berizin dan masyarakat dengan menukarkan uang kertas, logam, uang di rekening.

 

“Rupiah digital merupakan langkah nyata Bank Indonesia dalam memanfaatkan teknologi blockchain atau DLT. Nantinya akan meningkatkan inklusi keuangan serta mendorong persaingan dan inovasi,” kata Oscar.

 

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan Rupiah digital menjadi salah satu uang digital yang sah dikeluarkan oleh Bank Digital. Artinya, terdapat tiga jenis pembayaran sah dan diakui oleh BI. Pertama, uang fisik untuk pembayaran. Kedua, pembayaran berbasis rekening seperti debet dan mobile banking. Ketiga, alat pembayaran Rupiah Digital.

 

Dia menambahkan Rupiah Digital akan memuat semua fitur yang dimiliki uang fisik saat ini. Kendati demikian, terdapat beberapa perbedaan seperti Rupiah Digital akan terenkripsi dengan menggunakan coding. Kemudian, logo NKRI dan beberapa tambahan-tambahan kekayaan Indonesia dalam uang logam dan kerta akan berbentuk digital.

 

“Prinsipnya sama dengan pembayaran uang fisik. Jadi ada yang uang keras dan yang itu (Rupiah Digital) bentuknya digital,” kata Perry.

 

Bahkan, Perry mengungkapkan Rupiah Digital dapat digunakan untuk berbelanja di Metaverse. Pengguna bisa melakukan transaksi seperti membeli seperti sepatu, mobil dan rumah dengan digital.

 

“Untuk membeli di Metaverse juga bisa, uang kertas tidak,” kata Perry.

 

Asisten Gubernur Bank Indonesia/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta menjelaskan perbedaan uang Rupiah Digital dengan Kripto. Kripto merupakan berbentuk aset, sedangkan Rupiah merupakan alat pembayaran.

 

“Aset (kripto) itu aset digital, sedangkan Rupiah itu currency,” kata Filianingsih.

 

Sementara itu, Kepala Ekonom Josua Pardede meminta kepada masyarakat untuk tidak menyamakan aset digital Kripto dengan Rupiah. Sebab, Kripto hanya berbentuk aset digital, sedangkan Rupiah merupakan merupakan alat tukar pembayaran yang sah.

 

“Rupiah kita merupakan alat tukar pembayaran yang sah,” kata Josua.

 

Dicetak ulang dari Duniafintech, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest