
Suara.com - Bank Indonesia selaku bank sentral menegaskan, central bank digital currency (CBDC) yang saat ini terus dikembangkan yakni Rupiah Digital tidak akan mengganggu distribusi peredaran uang di Indonesia lantara menyesuaikan dengan jumlah yang beredar di masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati saat ditanyai hal terkait.
"Jadi BI kalau mengeluarkan uang, sedot semprot terkait operasi moneter itu kan menghitung likuiditas. Nah ketika digital rupiah hadir, itu akan berdampingan," kata dia, Minggu (2/10/2022) lalu.
Selain itu, rupiah digital nantinya tidak seperti aset kripto yang nilainya sangat fluktuatif lantaran dikontrol oleh pasar. Ia berujar, rupiah digital akan tetap mematuhi tiga pilar penerbitan uang.
Ia melanjutkan, tiga pilar itu adalah, rupiah digital berfungsi sebagai alat pembayaran digital yang sah. Kemudian, mendukung pelaksaana tugas Bank Indonesia di bidang moneter, makropurudensia, dan sistem pembayaran.
Terakhir, turut mendorong pengembangan sistem keuangan sekaligus integrasi ekonomi keuangan digital secara nasional.
Rupiah digital, kata Fitria, sepenuhnya akan diawasi oleh Bank Indonesia meski menerapkan teknologi Blockchain layaknya kripto.
Hal ini dilakukan demi memastikan keamanan dan fungsi dari Rupiah digital bisa sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat tanpa khawatir adanya ketidakpastian keamanan.
"Bukan tadinya uang segini, tahu-tahu ada aset kripto muncul, diperjual belikan, sementara dari bank sentral dia akan berupa digital currency yang istilahnya sudah diperhitungkan semua dampaknya sehingga risikonya dapat dimitigasi secara optimal," ujar Fitria.
Saat ini, Bank Indonesia sendiri sudah menyiapkan white paper terkait rupiah digital dan melakukan seleksi terhadap sejumlah bank yang bertugas untuk mendistribusikan rupiah digital.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo sudah menyampaikan, penerbitan rupiah digital sebagai CBDC adalah respon BI terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Nantinya, bank yang dipercaya sebagai distribusi rupiah digital akan menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT) - Blockchain guna memastikan keamanannya.
Dicetak ulang dari Suara, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.