
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berada di kisaran Rp 14.800 per dolar AS-Rp 15.000 per dolar AS hingga akhir tahun. Artinya, pergerakan kurs rupiah stabil dari posisi sekarang yang ada di Rp 14.993 per dolar AS.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, prediksi pergerakan rupiah ini menghitung laju inflasi yang cenderung stabil, potensi kenaikan suku bunga yang tipis di dalam negeri, serta pertumbuhan ekonomi yang solid.
Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga di tingkat 3,5%. Sutopo memperkirakan, kenaikan suku bunga BI hanya 25 basis points (bps) untuk menjaga spread atau selisih dengan Fed Funds Rate. Tapi, ada peluang BI mengerek suku bunga hingga 50 bps jika ada kejutan dari The Fed pada rapat bulan ini.
"Jika ada kejutan dari The Fed, rupiah bisa berfluktuasi hingga ke Rp 15.150 pada pekan ini dan nilai wajar rupiah dengan kondisi saat ini, semestinya telah melemah hingga Rp 15.250," kata kepada Kontan.co.id, Senin (25/7).
Kenaikan suku bunga BI terbatas karena laju inflasi masih terkendali. Sutopo mengatakan, laju inflasi akan berada di kisaran 3,75%–4%.
"Inflasi inti tetap terkendali, mencapai 2,63% pada bulan Juni, dan mempertimbangkan risiko dampak perlambatan ekonomi global terhadap permintaan domestik tekanan inflasi masih relatif lemah," ucap dia.
Pendapatan fiskal dari ekspor minyak sawit telah memberikan ruang fiskal yang cukup bagi pemerintah untuk mensubsidi harga konsumen yang lebih rendah untuk barang-barang penting, seperti bahan bakar.
Dicetak ulang dari Investasi Kontan, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.