Harga emas terus menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam satu bulan terakhir di perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas naik tiga hari berturut-turut didorongpenurunan dolar dan imbal hasil obligasi AS.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD3,2 atau 0,18% menjadi USD1.797,90 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (13/10/2021), emas berjangka melonjak USD35,4 atau 2,01% menjadi USd1.794,70.

Kenaikan harga emas tampaknya mengabaikan laporan data tenaga kerja mingguan AS yang lebih baik. Di mana Departemen Tenaga Kerja AS mencatat bahwa klaim pengangguran awal AS turun 36.000 menjadi 293.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 9 Oktober. "Pedagang dan investor akhirnya menyadari bahwa kenaikan inflasi, secara historis, bullish untuk logam, tidak peduli apa yang dilakukan Federal Reserve," kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, dikutip dari Antara, Jumat.
Wyckoff menambahkan, volatilitas lebih lanjut pada pasar saham di bulan ini juga memicu beberapa permintaan safe-haven untuk emas. Harga produsen China mencatat rekor kenaikan tahunan bulan lalu dan harga konsumen AS juga meningkat, mengipasi kekhawatiran bahwa bank-bank sentral mungkin melepas stimulus mereka lebih cepat daripada yang diperkirakan.
Namun emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 30,7 sen atau 1,32% menjadi USD23,477 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USd28,10 atau 2,74% menjadi USD1,052,30 per ounce.
Sumber: Okezone
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.