
Nilai tukar rupiah ditutup naik di hadapan dolar AS pada awal pekan, Senin (11/10/2021). Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.08 WIB, rupiah tercatat naik 15 poin atau 0,11% ke Rp14.208 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS naik 0,06% ke level 92,124.
Menurut laporan Bloomberg, mata uang Garuda bisa menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia hingga sisa tahun ini. Kinerja baik ini didorong oleh harga komoditas yang mendorong surplus perdagangan negara.
Pelaku ekspor batu bara dan minyak sawit diuntungkan dari krisis energi global yang telah mengguncang banyak negara lain yang merupakan importir komoditas bersih.
"Rupiah naik 1,3% pada kuartal III/2021 bahkan ketika rival Asia melemah dengan meningkatnya imbal hasil treasury," tulis Bloomberg, Senin (11/10/2021).
Dengan cadangan devisa negara yang mencetak rekor tertinggi, Bank Indonesia memiliki banyak amunisi untuk mendukung mata uang jika imbal hasil AS meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
"Kami terus bersandar secara positif pada rupiah dan mengharapkannya untuk tetap menjadi salah satu mata uang yang berkinerja terbaik di seluruh pasar berkembang Asia berdasarkan total pengembalian pada kuartal IV-2021," kata Divya Devesh, Kepala Penelitian FX ASEAN dan Asia Selatan di Standard Chartered Bank, Singapura.
Dia mencatat, Indonesia berada dalam posisi yang lebih baik daripada sebelum taper tantrum 2013, dengan surplus perdagangan transaksi berjalan gabungan sebesar US$13 miliar dalam empat kuartal terakhir, dibandingkan dengan defisit US$12 miliar delapan tahun lalu.
Meski demikian, rupiah belum mampu menembus resistance teknis di 14.200 terhadap dolar bulan lalu. Kenaikan imbal hasil treasury yang terus meningkat, juga akan membebani daya tarik rupiah.
Akan tetapi banyak mata uang regional yang menghadapi tantangan lebih besar. Baht Thailand misalnya, terseret ekonomi Thailand yang melambat, disertai dengan transaksi berjalan yang meningkat.
Sementara bank sentral Filipina mengisyaratkan peso dapat melemah lebih banyak pada kuartal ini. Mata uang ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang di regional yang bisa mengalahkan peningkatan rupiah. Tingkat vaksinasi yang tinggi, memungkinkan pemerintah Malaysia mengurangi pembatasan dan melonjaknya harga minyak mendorong pertumbuhan Malaysia.
Sumber: Bisniscom
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.