IHSG Akhiri Sesi 1 di Zona Merah, Sempat Tembus 6.500

avatar
· Views 74

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama Senin (11/10/2021), menyambut kebijakan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN).


Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.462,313 atau surut 19,5 poin (-0,3%) pada penutupan siang. Dibuka naik 0,02% ke 6.482,958, indeks acuan utama bursa ini sempat melewati level psikologis 6.500 dengan menyentuh level tertingginya pada 6.506,092 tepat pukul 09:00 WIB.

IHSG Akhiri Sesi 1 di Zona Merah, Sempat Tembus 6.500

Selepas itu IHSG berbalik turun dan sempat berfluktuasi hingga menyentuh level terendah hariannya pada 6.457,906 beberapa menit jelang penutupan sesi pertama. Mayoritas saham terkoreksi, yakni sebanyak 257 unit, sedangkan 225 lain menguat, dan 165 sisanya flat.


Nilai perdagangan masih tinggi, sebesar Rp 8 triliun yang melibatkan 14 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 874.000-an kali. Investor asing masih mencetak pembelian bersih (net buy), kali ini senilai Rp 182,8 miliar.


Saham yang mereka borong terutama adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 127,5 miliar dan Rp 46,9 miliar. Saham BBRI menguat 0,2% ke Rp 4.170 tetapi BMRI flat di level Rp 6.900/unit. Aksi jual asing menimpa saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 67 miliar dan Rp 31,7 miliar. Kedua saham tersebut terkoreksi masing-masing sebesar 6,7% dan 2,2% menjadi Rp 700 dan Rp 7.900/saham.


Dari sisi nilai transaksi, BBRI masih memimpin dengan nilai Rp 357,5 miliar, diikuti PT Adaro Energy Tbk (ADRO) senilai Rp 356,6 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 356,2 miliar.


Koreksi terjadi di tengah antisipasi pemodal terhadap data penjualan ritel Agustus yang akan dirilis Bank Indonesia (BI). Sebelumnya pada Juli, penjualan ritel nasional tercatat turun 2,9%. Jika penurunan berlanjut, maka risk selera mengambil risiko (appetite investor) berpeluang terganggu.


Sumber: CNBC Indonesia

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli


면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest