Komentar Janet Yellen mencegah aksi jual dolar AS yang lebih masif pasca-rilis data NFP. Namun, USD tetap membutuhkan dukungan data ekonomi berikutnya.
Indeks dolar AS (DXY) bergerak dalam rentang yang cukup sempit antara 89.00-90.30 selama perdagangan awal pekan ini (8/Juni). Pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat pada hari Kamis mendatang, setelah menerima laporan Non-farm Payroll yang mengecewakan pada pekan lalu. Spekulasi seputar tapering The Fed masih menjadi fokus utama.

Pada akhir pekan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyampaikan pesan yang bernada pro-kenaikan suku bunga. Ia berpendapat rencana anggaran belanja federal senilai USD4 triliun bikinan Presiden Joe Biden akan berdampak baik bagi Amerika Serikat, meskipun akan mengakibatkan kenaikan inflasi dan mendorong peningkatan suku bunga.
"Jika kita berakhir dengan lingkungan suku bunga yang sedikit lebih tinggi, itu sebenarnya akan menjadi nilai tambah bagi sudut pandang masyarakat dan sudut pandang The Fed," kata Yellen,
"Kita telah memerangi inflasi yang terlalu rendah dan suku bunga yang terlalu rendah selama satu dekade sekarang. Kita ingin mereka kembali ke 'lingkungan suku bunga normal' dan jika (rencana anggaran Biden) ini membantu sedikit untuk meringankan banyak hal, maka itu bukan hal yang buruk- itu hal yang baik."
Pendapat Yellen mencegah aksi jual dolar AS yang lebih masif pasca-rilis data Non-farm Payroll. Namun, pasar tetap membutuhkan dukungan data ekonomi yang lebih hawkish guna mendorong USD beranjak ke rentang yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, beragam rilis data inflasi dan ketenagakerjaan AS berikutnya akan terus menjadi sorotan hingga jadwal rapat FOMC pekan depan.
"Masih ada kekhawatiran bahwa The Fed mungkin memulai diskusi tapering pembelian aset pada rapat FOMC pekan depan," kata Philip Wee, pakar strategi FX di DBS Bank Singapura, sebagaimana dilansir oleh Reuters, "Terlebih lagi setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen berkomentar bahwa suku bunga AS yang lebih tinggi akan baik bagi ekonomi."
Sebagaimana diketahui, data ekonomi AS yang lebih baik dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas pembelian aset/obligasi (tapering) dan menaikkan suku bunga. Sebaliknya, The Fed bakal cenderung mempertahankan pembelian aset/obligasi dalam skala masif (quantitative easing) dan suku bunga yang sangat rendah jika data-data ekonomi AS tidak tumbuh sesuai ekspektasi.
Diunggah ulang dari seputarforex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.