Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan Senin (7/6/2021), karena mayoritas investor merespons positif terhadap data ekonomi terbaru China yang dirilis pada hari ini.
Dari indeks utama Asia hari ini, hanya indeks Hang Seng Hong Kong saja yang berakhir di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, di mana indeks Hang Seng ditutup melemah 0,45% ke level 28.787,28.
Sementara sisanya berakhir di zona hijau alias menguat pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,27% ke posisi 29.019,24, Shanghai Composite China tumbuh 0,21% ke 3.599,54, Straits Times Singapura melesat 0,79% ke 3.175,81, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,37% ke 3.252,12.
Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,08% ke 6.069,94 pada hari ini.
Bursa saham Hang Seng melemah karena investor bereaksi terhadap data perdagangan China yang beragam
Dari data ekonomi China, impor Negara Tirai Bambu tersebut tumbuh pada laju tercepatnya dalam 10 tahun pada Mei tahun ini, didorong oleh lonjakan harga komoditas, terutama batu bara.
Impor Negeri Tirai Bambu pada Mei tercatat naik signifikan menjadi 51,1%, dari sebelumnya pada April lalu di level 43,1%, berdasarkan data dari Trading Economics.
Sementara pertumbuhan ekspor China meleset dari ekspektasi, yang kemungkinan terbebani oleh gangguan yang disebabkan oleh kasus virus corona (Covid-19) di pelabuhan-pelabuhan utama di bagian selatan negara itu.
Berdasarkan data dari Trading Economics, ekspor China pada Mei tercatat turun menjadi 27,9%, dari sebelumnya pada April lalu di level 32,3%.
"Ekspor sedikit mengejutkan pasar hari ini, karena angkanya menurun, mungkin saja karena kasus Covid-19 di provinsi Guangdong yang memperlambat omset di pelabuhan Shenzhen dan Guangzhou," kata Zhiwei Zhang, kepala ekonom di Pinpoint Asset Management, dikutip dari Reuters.
Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), angka pengangguran Negeri Paman Sam per Mei membaik menjadi 5,8% dari posisi April sebesar 6,1%, sementara penyerapan tenaga kerja baru mencapai 559.000 pada bulan tersebut. Angka tersebut dinilai moderat, karena menunjukkan pemulihan ekonomi tanpa harus mengetatkan moneter.
Selanjutnya, pelaku pasar bakal memantau rilis indeks harga konsumen (IHK) per Mei pada Kamis (10/6/2021) mendatang.
Sebelumnya, inflasi AS pada April melesat 4,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), menjadi laju yang tercepat sejak 2008. Jika inflasi terus menguat, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan mulai mengetatkan kebijakan moneternya.
Investor juga terus memantau kesepakatan negara G-7 terkait dengan reformasi pajak secara global, menyerukan perlunya perusahaan-perusahaan besar lintas-negara membayar pajak minimal sebesar 15% dari laba mereka.
Mayoritas perusahaan teknologi global seperti Facebook dan Google menyetujui kesepakatan G-7 tersebut, mengingat angka itu masih lebih rendah dari proposal Presiden AS Joe Biden yang semula menginginkan tarif pajak 21%.
Diunggah ulang dari cnbcindonesia, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
편집됨
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.