
Jumlah warga Indonesia yang mendapat vaksin Covid-19 semakin bertambah. Begitu juga engan jumlah dosis vaksin yang sudah diperoleh sebanyak 75,9 juta dosis untuk digunakan pada 37,5 juta penduduk Indonesia. Saat ini, Pemerintah terus menggalakkan pengadaan vaksin Covid-19 dengan sejumlah produsen farmasi global. Salah satunya dengan produsen asal China, Sinovac Biotech.
Bahkan saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech untuk penggunaan darurat.
Kabar baik ini membuka jalan bagi vaksin buatan China itu untuk digunakan semakin luas di berbagai negara. Panel pakar independen merekomendasikan vaksin Sinovac untuk orang dewasa berusia di atas 18 tahun, dengan pemberian dosis kedua dua 2 sampai 4 pekan setelah yang pertama.
Tidak ada batasan usia atas karena data menyebutkan vaksin ini memiliki efek perlindungan pada orang tua. Tim penasihat teknis WHO mengambil keputusan setelah meninjau data klinis terbaru mengenai keamanan dan kemanjuran vaksin Sinovac serta praktik manufaktur perusahaan.
WHO menjelaskan, tingkat kemanjuran vaksin Sinovac untuk mencegah gejala penyakit pada 51 persen penerima, mampu mencegah Covid-19 parah, dan rawat inap pada 100 persen populasi yang diteliti. Sementara itu Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) yang terpisah dari WHO sebelumnya mengungkap, kemanjuran vaksin ini berdasarkan uji klinis Fase III di berbagai negara berkisar antara 51 hingga 84 persen.
Daftar darurat vaksin Covid-19 WHO merupakan sinyal bagi regulator di setiap negara untuk mendapat jaminan keamanan dan kemanjuran suatu produk. Ini juga memungkinkan produk China itu dimasukkan dalam program Covax yang diinisiasi WHO.
Covax sendiri merupakan program global untuk menyediakan vaksin, terutama bagi negara-negara miskin yang menghadapi masalah pasokan. CoronaVac, nama dari produk tersebut, merupakan vaksin kedua dikembangkan China yang mendapat persetujuan dari WHO untuk penggunaan darurat.
Sinopharm lebih dulu mendapatkan izin yakni pada 7 Mei 2021. Sementara itu vaksin ketiga dari China yang diproduksi oleh CanSino Biologics telah mengirimkan data uji klinis, namun WHO belum menjadwalkan peninjauan.
Diunggah ulang dari okezone, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.