
Pekan lalu memiliki suhu yang suam-suam kuku bagi Bitcoin. Harga Bitcoin nampaknya masih stagnan dan susah untuk kembali menembus level US$60.000 per keping. Meski memang, harga Bitcoin pada pekan lalu menunjukkan tren penguatan.
Di awal pekan lalu, sesuai analisis harga Bitcoin pekan sebelumnya, nilai sang raja aset kripto perlahan membaik dari kisaran di bawah US$50.000 per keping menjadi US$55.000, yang didorong sentimen bahwa para manajer investasi masih melihat harga Bitcoin menembus US$100.000 di tahun ini.
Selain itu, harga Bitcoin juga sempat dipengaruhi sentimen lain yang menunjukkan bahwa korporasi mungkin akan mengadopsi Bitcoin lebih cepat. Hal ini terungkap dari data FactSet yang menunjukkan bahwa 47 perusahaan di AS mengkhawatirkan inflasi kala menyampaikan laporan keuangannya di kuartal I 2021 kemarin.
Di akhir pekan, harga Bitcoin kembali beranjak naik mendekati US$58.000 per keping, membaliikkan kondisi yang sempat terjadi sepekan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kemampuan para traders yang berhasil menahan penurunan harga Bitcoin menjadi di bawah US$50.000 setelah kontrak Bitcoin senilai US$3,9 miliar kedaluwarsa pada akhir pekan lalu.
Di sisi lain, nasib lebih baik nampaknya ditunjukkan oleh rival Bitcoin, yakni Ethereum. Pada Rabu pekan lalu, Ethereum mulai menunjukkan momentum luar biasa dengan mencetak rekor tertinggi di US$2.700 per keping. Ternyata, momentum itu berlanjut hingga awal pekan ini. Pada Senin, harga Ethereum bahkan sudah menembus US$3.000.
Alasan utama pendorong antusiasme tersebut adalah kabar dari Bank Investasi Eropa (European Investment Bank) yang berencana menerbitkan obligasi digital melalui jaringan Ethereum. Adapun rencananya, jumlah obligasi yang akan dilempar senilai 100 juta euro, di mana penjualannya akan dipimpin oleh Goldman Sachs.
Di samping itu, investor juga mencerna riset JP Morgan yang mengatakan bahwa permintaan Ether, token Ethereum, akan melampaui Bitcoin lantaran lebih likuid dan maraknya aktivitas jasa keuangan di atas sistem Ethereum.
Analisis: Harga Bitcoin Pekan Ini Mantap Mengarah ke US$60.000, Ethereum Terus Berjaya
Lantas, bagaimana performa Bitcoin pada pekan ini setelah melihat performa yang mulai membaik sejak pekan lalu? Simak analisis harga Bitcoin di bawah ini.
Menurut beberapa analisis teknikal, Bitcoin kemungkinan masih akan melanjutkan pola pergerakan yang mantap jika sudah menyentuh titik resisten di US$58.335. Harga Bitcoin masih kemungkinan melanjutkan pola bullish setelah investor nampaknya melakukan aksi beli di titik harga yang rendah. Atau, biasa disebut dengan buy the dip.
Ada kemungkinan, investor melakukan buy the dip di pasar spot aset kripto setelah kontrak-kontrak Bitcoin yang kedaluwarsa di Jumat kemarin. Selain itu, data analisis on-chain Network Value to Transactions (NVT) juga menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki “potensi untuk beranjak naik”. Meski memang, aksi ini hanya dilakukan oleh investor kakap, bukan investor ritel.
Dibandingkan analisis harga Bitcoin, kondisi lebih optimistis ternyata ditunjukkan oleh Ethereum.
Aset kripto ini diperkirakan masih akan berada di tren meningkat yang semakin kuat. Ini terlihat dari data analisis teknikal yang menunjukkan adanya pergerakan yang mengarah ke atas (ascending) dalam beberapa waktu terakhir.
Selain karena data perdagangan menunjukkan kenaikan harga Ethereum sudah terjadi selama sembilan hari terakhir, namun harga Ethereum juga ditopang oleh rata-rata pergerakan harga (moving average) secara jangka pendek dan panjang.
Hanya saja, investor perlu waspada. Sebab, justru di masa-masa seperti ini, aksi ambil untung bisa saja terjadi, sehingga harganya terkerek turun. Namun, penurunan ini bisa menjadi koreksi yang positif sebelum Ethereum terlontar kembali ke level US$3.500 per keping.
Diunggah ulang dari Pluang, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.