'Angin Surga' Berhembus, IHSG Hari Ini Bakal Happy Weekend?

avatar
· Views 1,712

'Angin Surga' Berhembus, IHSG Hari Ini Bakal Happy Weekend?

Aset keuangan dalam negeri seringkali tak kompak bergerak. Contohnya seperti kemarin, Kamis (8/4/2021). Ketika harga saham dan obligasi menguat, nilai tukar rupiah justru tekor dan berakhir melemah di hadapan dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melenggang ke zona hijau di akhir perdagangan dengan apresiasi sebesar 0,58%. Indeks saham nasional tersebut mampu menghijau di kala asing kabur dari bursa domestik senilai Rp 439 miliar di pasar reguler.

Nilai transaksi yang tercatat pada perdagangan kemarin sebesar Rp 10,1 triliun. Saat IHSG menguat, terpantau ada 299 saham terapresiasi, 181 saham terkoreksi, sisanya 165 stagnan.

Sepekan terakhir IHSG cenderung mengalami apresiasi sebesar 1%. Namun outflow masih terjadi. Data perdagangan mencatatkan ada net sell asing senilai Rp 2,79 triliun di pasar reguler.

Beralih ke pasar obligasi pemerintah, harga surat berharga negara (SBN) acuan tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan kemarin. Hal ini tercermin dari penurunan imbal hasil (yield) nominalnya sebesar 7,6 basis poin (bps). Yield SBN 10 tahun RI tercatat sebesar 6,464%.

Mayoritas SBN dengan berbagai tenor juga mengalami apresiasi harga. SBN tenor 5 tahun menjadi aset pendapatan tetap yang naik paling signifikan terlihat dari penurunan yield-nya yang paling tajam.

Untuk SBN tenor 5 tahun dengan seri FR0081 yang memberikan kupon tetap per tahun 6,5% yield-nya turun 9,7 bps menjadi 5,59%. Aliran modal keluar juga terjadi di pasar obligasi sepanjang bulan Maret lalu.

Fenomena aliran modal keluar inilah yang pada akhirnya membebani nilai tukar rupiah. Di hadapan greenback, rupiah terus melemah sejak pertengahan bulan Februari. Di minggu ini rupiah yang sudah menguat tiga hari beruntun akhirnya melemah.

Tidak sekadar melemah, penguatan dalam 3 hari terakhir juga habis, dan kini malah berisiko membukukan pelemahan 8 pekan beruntun. Dalam tiga hari terakhir, rupiah "malu-malu" menguat.

Melansir data Refintiv, rupiah membukukan penguatan 0,07% berturut-turut selama 3 hari, sehingga totalnya 0,21%. Sementara pada perdagangan hari ini, justru melemah 0,28%.

Artinya, jika pada perdagangan Jumat besok gagal menguat, maka rupiah akan membukukan pelemahan 8 pekan beruntun, dan saat ini berada di level terlemah dalam 5 bulan terakhir. Sepanjang tahun ini rupiah sudah membukukan pelemahan 3,5%.


Diunggah ulang dari CNBC Indonesia, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest