Bursa Wall Street Tertekan Anjloknya Saham Teknologi di Nasdaq

avatar
· Views 49

Bursa Wall Street Tertekan Anjloknya Saham Teknologi di Nasdaq

Penurunan lanjutan harga saham teknologi kembali membuat perdagangan bursa Amerika melemah, dengan ketiga indeks utamanya semakin tertekan di zona merahnya. Indeks Nasdaq ditutup melemah cukup signifikan pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (25/3/2021), Dow Jones dan S&P500 hanya moderat.  

Indeks Dow Jones turun tipis hanya 3,09 poin atau kurang dari sepersepuluh persen menjadi 32.420,06. Indeks Nasdaq jatuh 265,81 poin atau 2 persen menjadi 12.961,89 dan indeks S&P 500 turun 21,38 poin atau 0,6 persen menjadi 3.889,14. Pelemahan saham di sektor teknologi ini terjadi merespon penurunan lanjutan imbal hasil obligasi AS.

Yield obligasi AS 10-tahun bergerak lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut dan sekarang telah jatuh 14 basis poin sejak mencapai tertinggi 14-bulan Kamis lalu. kini yield mencapai posisi 1,61%.

Sentimen investor juga diperberat oleh laporan Departemen Perdagangan yang menunjukkan pesanan baru untuk barang tahan lama manufaktur AS secara tak terduga turun di bulan Februari. Durable Goods Orders merosot 1,1 persen pada Februari setelah melonjak 3,5 persen pada Januari, lebih lemah dibandingkan ekspektasi kenaikan 0,8%.

Secara sektoral, saham teknologi yang memimpin pelemahan saham seperti anjloknya Indeks Jaringan Arca NYSE turun 2,2 persen menunjukkan tekanan pada saham jaringan. Kelemahan substansial juga terjadi di antara saham bioteknologi hingga membuat NYSE Arca Biotechnology Index anjlok 2,2 persen, level penutupan terendah dalam lebih dari empat bulan.

Saham perangkat lunak, perangkat keras komputer dan semikonduktor juga berada di bawah tekanan yang juga berkontribusi pada penurunan tajam Nasdaq. Dalam sektor teknologi, saham Intel menunjukkan penurunan substansial pada hari itu, merosot 2,3 persen setelah melonjak 6,2 persen ke level terbaiknya dalam lebih dari setahun di awal perdagangan.

Lompatan awal Intel terjadi setelah CEO Pat Gelsinger menguraikan jalan perusahaan ke depan untuk memproduksi, merancang, dan memberikan produk kepemimpinan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. Kemudian Gelsinger mengumumkan rencana membangun dua pabrik baru di Arizona. Dia mengatakan Intel juga berencana menjadi penyedia utama kapasitas pengecoran di AS dan Eropa untuk melayani pelanggan secara global.

Dari semua sektor hanya sektor energi yang menunjukkan rebound setelah tertekan sebelumnya, kenaikan saham energi dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah. Seperti saham Chevron yang berakhir dengan lonjakan 2.68%.


Diunggah ulang dari Vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest