- Saham Asia memangkas kenaikan di pagi hari, MSCI tetap mendekati rekor tertinggi.
- Semakin banyak perusahaan Tiongkok keluar dari indeks global, Australia mendekati WTO karena perselisihan perdagangan dengan Beijing.
- Pembicaraan stimulus AS diperpanjang ke hari berikutnya, persetujuan vaksin COVID terus berlanjut.
- HYEFU Selandia Baru mencetak prospek ekonomi yang optimis, surplus perdagangan Jepang berkurang.
Saham Asia memangkas kenaikan awal tetapi tetap optimis saat menuju sesi Eropa pada hari ini. Risiko mengikuti tolok ukur Wall Street di tengah berita menggembirakan tentang vaksin virus Corona (COVID-19) dan stimulus COVID AS. Namun, kalender yang ringan dan gelombang virus 2.0 membatasi kenaikan menjelang Fed.
Sementara menggambarkan mood, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik sekitar 0,70%, menghentikan tren turun dua hari, sedangkan Nikkei 225 Jepang naik 0,20% setelah kenaikan awal di atas 1,0%.
ASX 200 Australia dan NZX 50 Selandia Baru mengabaikan pertarungan Barat dengan pelanggan terbesar mereka, Tiongkok, sementara menandai kenaikan intraday hampir 0,70%. Tidak hanya indeks AS seperti S&P, DJI dan MSCI yang menghapus perusahaan Tiongkok, tetapi Australia yang mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga menandai eskalasi ketegangan perdagangan dan politik di sekitar Beijing. Sisi positifnya, Laporan Terbaru Ekonomi dan Fiskal Setengah Tahun (HYEFU) Departemen Keuangan Selandia Baru menunjukkan perkiraan optimis sementara Total Perdagangan Barang Jepang turun di bawah perkiraan ¥ 529,8 miliar menjadi ¥ 366,8 miliar pada bulan November.
Di tempat lain, Inggris, AS dan Eropa bersiap untuk penguncian lebih lokal sedangkan Tokyo Jepang juga menyaksikan fase pahit gelombang 2.0. Namun, persetujuan cepat dari vaksin COVID dan/atau pengembangan pengujian pertama di rumah dapat memerangi kegelisahan virus.
Perlu dicatat bahwa para pembuat kebijakan AS semakin dekat dengan stimulus yang ditunggu-tunggu dan juga para diplomat Inggris-UE yang berjuang lama untuk Brexit.
Dengan latar belakang ini, S&P 500 Futures mencetak penurunan ringan di tengah konsolidasi pasar dan mood selama menjelang sesi pra-Fed. Selain itu, saham di Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan dan India sebagian besar naik setengah persen sedangkan IHSG Indonesia naik mendekati 1,5% pada saat ini.
Selanjutnya, berita utama stimulus AS akan bergabung dengan langkah Fed akan mengarahkan sentimen pasar jangka pendek.
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.